masukkan script iklan disini
Sepeda Motor Teknisi CCTV Dicuri Saat Perbaiki Kamera Pengawas di Padang Bulan
Medan, Lensa Nusantara biz id
5 Maret 2026 Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Sunggal. Kali ini, seorang teknisi CCTV bernama Teddy (30), warga Desa Saentis, Dusun XI Pendowo, menjadi korban saat sedang memperbaiki kamera pengawas di sebuah rumah di Jalan Bunga Sedap Malam XI, kawasan Padang Bulan, Medan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/2/2026) malam. Sepeda motor milik korban jenis Yamaha Nmax dengan nomor polisi BK 4515 AJR dilaporkan hilang saat diparkir di dalam pagar rumah kliennya.
Teddy menjelaskan, ia tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung memulai pekerjaan memperbaiki kamera pengawas di rumah tersebut. Saat waktu Magrib tiba, ia sempat meninggalkan lokasi untuk berbuka puasa di warung yang berada tidak jauh dari tempatnya bekerja.
“Saya sampai di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung mulai pengerjaan. Saat masuk waktu Magrib, saya izin sebentar untuk buka puasa di warung dekat lokasi,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Sekitar pukul 19.20 WIB, Teddy kembali ke rumah tersebut dan melanjutkan pekerjaannya di dalam rumah. Saat itu, pintu ruang tamu dalam kondisi terbuka dan pagar rumah juga tidak digembok.
Ia mengaku hanya mengunci stang sepeda motor serta menutup lubang kunci otomatis kendaraan tersebut karena merasa situasi di sekitar lokasi relatif aman. Sepeda motor diparkir di dalam area pagar rumah.
“Saya pikir aman karena pintu rumah terbuka dan saya masih berada di dalam rumah. Sepeda motor juga saya parkir di dalam pagar,” katanya.
Namun tanpa disadari, dua orang pelaku diduga telah mengintai situasi di sekitar lokasi. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar rumah tersebut, pelaku sempat dua kali masuk ke dalam pagar rumah.
Pada kesempatan pertama, pelaku diduga hanya memantau situasi dan sempat mengambil helm milik korban. Selanjutnya, pelaku kembali sekitar pukul 20.28 WIB dan diduga mulai melancarkan aksinya untuk membawa sepeda motor tersebut.
Saat kejadian berlangsung, Teddy mengaku sempat mendengar suara seperti ketukan palu ketika sedang bekerja di dalam rumah. Namun ia tidak menaruh curiga dan mengira suara tersebut berasal dari aktivitas di luar rumah.
“Saya sempat dengar ada suara seperti ketukan, tapi saya kira suara biasa dari luar. Sekitar pukul 20.40 WIB, saat saya keluar, sepeda motor sudah tidak ada dan pagar rumah juga sudah terbuka,” jelasnya.
Dari hasil penelusuran rekaman CCTV milik BMKG yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, sepeda motor milik Teddy terlihat didorong oleh pelaku ke arah Jalan Ngumban Surbakti.
Teddy mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut, karena sepeda motor tersebut merupakan alat transportasi utama yang digunakannya untuk bekerja sebagai teknisi CCTV.
“Sepeda motor itu sangat penting untuk saya bekerja. Surat-suratnya juga lengkap karena saya beli secara kontan,” katanya.
Hingga saat ini, Teddy mengaku belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Ia masih mempertimbangkan untuk melapor dalam beberapa hari ke depan.
“Saya masih menahan untuk melapor. Mungkin saya akan melihat satu atau dua hari ke depan apakah akan membuat laporan atau tidak,” pungkasnya
(Tim,red).

