masukkan script iklan disini
Dari Batubara ke Tanah Suci: Hangatnya Bekal, Harapan, dan Doa di Balik Keberangkatan Kloter 4
Medan —lensa Nusantara biz id Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Embarkasi Medan, Sabtu (25/4/2026). Di antara koper-koper yang tersusun rapi dan wajah-wajah penuh harap, 360 jamaah calon haji (Calhaj) Kloter 4 bersiap menapaki perjalanan suci menuju Tanah Suci.
Sebagian dari mereka tampak menggenggam tas kecil berisi perlengkapan sederhana. Namun lebih dari itu, yang mereka bawa adalah doa, harapan, dan kerinduan panjang untuk menjadi tamu Allah.
Di tengah suasana tersebut, Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si. hadir langsung menyapa para jamaah. Ia tidak sekadar melepas, tetapi juga menyempatkan diri berinteraksi, menyalami, dan memberi semangat kepada warga yang akan berangkat.
“Ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ini perjalanan ibadah yang mulia. Kami ingin memastikan Bapak dan Ibu berangkat dengan nyaman dan penuh semangat,” ucapnya kepada para jamaah.
Bagi jamaah asal Batubara, perhatian itu terasa lebih hangat. Pemerintah daerah tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga membawa “rasa kampung halaman” dalam bentuk bekal makanan khas.
Di dalam koper-koper itu, terselip kerang olahan, ikan teri, bumbu pecel, hingga rendang kepah kering khas Melayu Batubara. Aroma masakan pesisir itu seolah menjadi pengingat akan rumah, keluarga, dan tanah kelahiran yang mereka tinggalkan sementara.
“Jamaah haji adalah tamu Allah. Sudah seharusnya dimuliakan dan diperhatikan kebutuhannya,” ujar Baharuddin.
Rendang kepah yang dibagikan pun bukan sembarang makanan. Hidangan khas ini bahkan disebut telah mencatatkan rekor nasional dari MURI, dengan total produksi mencapai lebih dari satu ton. Sebagian di antaranya juga dikirim sebagai bentuk kepedulian sosial ke daerah-daerah terdampak bencana.
Tak hanya bekal makanan, para jamaah juga menerima tambahan uang saku. Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai pihak, mulai dari kolega hingga swasta, sebagai bentuk kepedulian bersama.
“Ini bukan soal jumlah, tapi bentuk perhatian dan penyemangat, khususnya bagi kaum ibu,” tambah Bahar.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, turut mengapresiasi kehadiran langsung Bupati Batubara.
Menurutnya, kehadiran kepala daerah menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para jamaah, terutama mereka yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.
Tak lama setelah prosesi pelepasan, para jamaah dijadwalkan bertolak melalui Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deli Serdang pada pukul 13.05 WIB dengan penerbangan GIA 3104.
Langkah demi langkah mereka menuju bus terasa lebih mantap. Di balik lambaian tangan keluarga yang ditinggalkan, terselip doa yang tak terucap—agar perjalanan ini lancar, ibadah diterima, dan kelak kembali dengan predikat haji yang mabrur.
Di hari itu, dari Batubara hingga Medan, bukan hanya perjalanan fisik yang dimulai. Tetapi juga perjalanan batin—yang penuh makna, harapan, dan cinta yang ikut mengiringi hingga ke Tanah Suci.
(Red)


