masukkan script iklan disini
Labuhan Deli, Lensa Nusantara biz id
11 Februari 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Rabu (11/2). Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, diikuti oleh jajaran pegawai serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan peningkatan keimanan di lingkungan rutan.
Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan Ustadz Azhar Sitompul sebagai penceramah. Dalam tausiah yang disampaikannya, ia mengulas makna perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai peristiwa agung yang sarat dengan hikmah dan pelajaran kehidupan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ibadah salat sebagai tiang agama dan pondasi utama dalam membentuk pribadi yang disiplin, sabar, dan bertanggung jawab.
“Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui salat, kita dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ustadz Azhar dalam ceramahnya.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius, dilanjutkan dengan ceramah agama dan doa bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan serta suasana spiritual yang kuat di lingkungan Rutan Kelas I Labuhan Deli.
Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan peringatan hari besar keagamaan merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian warga binaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj dan menjadikannya sebagai momentum untuk introspeksi diri, memperbaiki akhlak, serta memperkuat keimanan selama menjalani masa pembinaan.
“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu fondasi dalam membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya.
Rutan Kelas I Labuhan Deli menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan secara rutin dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada pembentukan karakter, serta mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan secara optimal.
(Humas/Ros,007)


