masukkan script iklan disini
Lapas Kelas I Medan Teken Kerja Sama Pelayanan Rohani Kristen dengan Komunitas Kasih Tuhan
MEDAN – Lensa Nusantara biz id Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Komunitas Kasih Tuhan terkait pelaksanaan pelayanan rohani Kristen bagi WBP.
Kegiatan penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Senin (09/03/2026) pukul 11.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruangan Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Medan.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan spiritual bagi warga binaan yang beragama Kristen, sehingga mereka dapat memperdalam nilai-nilai keimanan, memperbaiki diri, serta memiliki bekal moral dan spiritual selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan antara Lapas Kelas I Medan dengan Komunitas Kasih Tuhan yang dipimpin oleh Ketua Komunitas Kasih Tuhan Cabang Keuskupan Agung Medan, Maria Sunarta Halim, beserta jajaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Medan Prayoga Yulanda, Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Kasi Bimkemas), staf Bimkemas, Ketua Komunitas Kasih Tuhan Maria Sunarta Halim beserta jajaran, serta perwakilan warga binaan Lapas Kelas I Medan.
Mewakili Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Medan Prayoga Yulanda menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Lapas Kelas I Medan dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada warga binaan, termasuk dalam bidang keagamaan.
“Pembinaan kerohanian menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui kerja sama ini diharapkan kegiatan pelayanan rohani Kristen dapat berjalan secara terprogram dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan penguatan spiritual bagi warga binaan,” ujar Prayoga.
Ia juga berharap melalui pembinaan rohani yang berkesinambungan, para warga binaan dapat mengalami perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik, sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat nantinya mereka dapat menjadi pribadi yang lebih positif dan bermanfaat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pelayanan rohani Kristen di Lapas Kelas I Medan dapat berjalan lebih optimal serta menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian warga binaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif serta didokumentasikan sebagai bahan pelaporan kegiatan.(Hum,/Ros,007)


