masukkan script iklan disini
Embarkasi Medan Berhasil Berangkatkan 5.972 Jemaah Haji, Satu Jemaah Asal Medan Wafat di Tanah Suci
Medan — Lensa Nusantara biz id Penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Medan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi mencatat tingkat keberhasilan pemberangkatan yang tinggi. Dari total 5.990 jemaah calon haji dan petugas yang terdaftar, sebanyak 5.972 orang berhasil diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui 17 kelompok terbang (kloter).
Meski secara umum pelaksanaan pemberangkatan berjalan lancar, suasana duka turut menyelimuti penyelenggaraan haji tahun ini setelah seorang jemaah asal Kota Medan yang tergabung dalam Kloter 08 dilaporkan wafat di Arab Saudi.
Kasubbag Humas Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Suci Ramadhani, mengatakan bahwa secara keseluruhan proses penyelenggaraan haji Embarkasi Medan berlangsung baik dan tertib meskipun di lapangan tetap terdapat berbagai dinamika pelayanan.
“Secara keseluruhan tingkat keberhasilan pemberangkatan mencapai sekitar 99,70 persen. Ini tentu patut disyukuri karena ribuan jemaah dapat diberangkatkan dengan aman dan tertib,” ujar Suci Ramadhani di Medan, Rabu (13/05/2026).
Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan sendiri dimulai sejak 22 April 2026 melalui Kloter 01 dan berakhir pada 11 Mei 2026 melalui Kloter 17.
Dari total 5.972 jemaah dan petugas yang diberangkatkan, sebanyak 2.422 orang merupakan laki-laki dan 3.550 lainnya perempuan. Pada musim haji tahun ini, jumlah jemaah perempuan tercatat lebih dominan dibanding laki-laki.
Selain para jemaah, Embarkasi Medan juga memberangkatkan sebanyak 68 petugas haji yang terdiri dari 17 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 17 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), serta 34 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
Menurut Suci, seluruh jemaah berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang tergabung dalam 17 kloter penerbangan Garuda Indonesia menuju Madinah, Arab Saudi.
“Rata-rata setiap kloter membawa sekitar 358 hingga 360 jemaah dan petugas, kecuali Kloter 17 yang merupakan kloter terakhir dengan jumlah lebih sedikit, yakni 233 orang,” jelasnya.
Meski tingkat keberhasilan pemberangkatan cukup tinggi, terdapat 18 orang yang belum dapat diberangkatkan. Delapan di antaranya mengalami penundaan keberangkatan akibat kondisi kesehatan, sementara empat lainnya gagal berangkat sebelum masuk asrama haji karena sakit dan faktor tertentu lainnya.
Selain itu, terdapat enam kursi kosong atau open seat murni di sejumlah kloter akibat kekosongan manifest penerbangan.
“Faktor kesehatan masih menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji karena mayoritas jemaah merupakan lanjut usia dan memiliki risiko kesehatan tertentu,” kata Suci.
Ia menjelaskan, seluruh proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui Asrama Haji Medan sebelum para jemaah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Kualanamu untuk terbang ke Arab Saudi.
Di tengah capaian positif tersebut, kabar duka datang dari Tanah Suci setelah satu jemaah asal Medan yang tergabung dalam Kloter 08 dilaporkan meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji.
Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara memastikan almarhumah telah mendapatkan penanganan dan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.
Menurut Suci Ramadhani, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik dan administrasi, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan ujian.
“Haji bukan hanya soal angka pemberangkatan, tetapi tentang bagaimana negara berupaya memastikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah, sejak dari embarkasi hingga berada di Tanah Suci,” pungkasnya.
(Red)


