• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    Kebahagiaan Keluarga Sambut Kepulangan Nurwasila Harahap, Jemaah Haji Kloter 05 Debarkasi Medan

    Redaktur
    Minggu, 07 Juni 2026, 00:26 WIB Last Updated 2026-06-07T07:31:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kebahagiaan Keluarga Sambut Kepulangan Nurwasila Harahap, Jemaah Haji Kloter 05 Debarkasi Medan

    MEDAN – Lensa Nusantara biz id Suasana haru, syukur, dan kebahagiaan mewarnai kedatangan jemaah haji Kloter 05 Debarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Minggu (7/6/2026) dini hari. Ratusan keluarga tampak memadati area penyambutan untuk menyambut sanak saudara yang baru kembali dari Tanah Suci setelah menunaikan rangkaian ibadah haji selama lebih kurang 40 hari di Arab Saudi.

    Di antara keluarga yang hadir, tampak Datuk Raja Syahlafati Ichsan, Raja Kepala Adat Kedatukan Sunggal Serabanyaman, yang menyambut penuh haru kepulangan sang ibunda, Nurwasila Harahap, jemaah haji asal Kota Medan yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Multazam Kloter 05.

    Nurwasila Harahap merupakan bagian dari 358 jemaah dan petugas Kloter 05 Debarkasi Medan yang berasal dari Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan Kabupaten Deli Serdang.
    Rasa bahagia tak mampu disembunyikan Datuk Raja Syahlafati Ichsan saat menerima kabar bahwa ibundanya telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kualanamu sebelum tiba di Asrama Haji Medan.

    "Alhamdulillah, begitu saya menerima telepon dari ibunda dan mendengar beliau sudah tiba di Indonesia dengan selamat, hati saya langsung dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan. Saya sangat tidak sabar ingin bertemu dan memeluk beliau.

     Apalagi beliau berangkat tanpa didampingi keluarga dan kini kembali dalam keadaan sehat," ujarnya saat diwawancarai awak media di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.

    Menurutnya, momen kepulangan sang ibu merupakan saat yang telah lama dinantikan oleh seluruh keluarga sejak keberangkatan menuju Tanah Suci beberapa waktu lalu. Kerinduan yang selama ini terpendam akhirnya terobati dengan kepulangan ibunda tercinta dalam keadaan sehat dan penuh kebahagiaan.
    Ia mengaku sejak awal telah membayangkan momen pertemuan kembali dengan sang ibu setelah menunaikan ibadah haji, salah satu rukun Islam yang menjadi dambaan setiap umat Muslim.

    "Sejak ibu berangkat, kami sekeluarga terus berdoa agar beliau diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Alhamdulillah doa itu dikabulkan Allah SWT. Hari ini beliau kembali dengan selamat dan sehat," katanya.

    Datuk Raja Syahlafati Ichsan juga mengungkapkan bahwa hal pertama yang ingin dilakukannya saat bertemu sang ibu adalah menunjukkan rasa hormat, cinta, dan bakti sebagai seorang anak.
    "Insya Allah saya akan langsung memeluk dan mencium tangan beliau. 

    Ini merupakan momen yang sangat berharga dan penuh makna bagi saya sebagai seorang anak," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

    Bagi Datuk Raja Syahlafati Ichsan, kepulangan sang ibunda bukan sekadar kembalinya seorang jemaah haji dari Tanah Suci, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya keberadaan dan doa seorang ibu dalam kehidupan.

    Ia meyakini bahwa ridha orang tua, khususnya ibu, merupakan salah satu kunci keberkahan hidup yang harus terus dijaga dan dihormati.

    "Seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Doa dan ridha beliau adalah anugerah yang tidak ternilai. Saya berharap dapat terus memperoleh doa, bimbingan, dan keberkahan dari ibunda dalam setiap langkah kehidupan," tuturnya.

    Suasana kebahagiaan juga dirasakan seluruh anggota keluarga besar yang telah menantikan kepulangan Nurwasila Harahap. Sejumlah kerabat bahkan telah berkumpul sejak malam hari untuk menyambut kedatangannya di rumah.

    "Semua keluarga sangat bahagia. Mereka sudah bersiap sejak lama untuk menyambut kepulangan ibunda. 

    Ini menjadi kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," ujarnya.
    Di balik kebahagiaan tersebut, Datuk juga mengenang momen ketika sang ibunda sempat mengalami gangguan kesehatan saat berada di Tanah Suci. Ia mengaku pernah menerima kabar bahwa ibundanya mengalami demam, sehingga membuat keluarga sempat merasa khawatir.

    Namun berkat pertolongan Allah SWT, perhatian sesama jemaah, serta pelayanan petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), kondisi sang ibu berangsur membaik dan dapat kembali menjalankan aktivitas ibadah dengan baik.

    "Beliau sempat mengabarkan sedang demam. Tentu kami sekeluarga merasa khawatir. Namun Alhamdulillah teman-teman satu kamar sangat peduli dan membantu beliau. Selain itu pelayanan petugas haji juga sangat baik sehingga kondisi ibunda dapat segera pulih," jelasnya.

    Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para petugas haji yang telah memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh jemaah selama berada di Arab Saudi hingga kembali ke Tanah Air.
    Menurutnya, dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang membantu jemaah menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

    Menutup keterangannya, Datuk Raja Syahlafati Ichsan memanjatkan doa agar sang ibunda senantiasa diberikan kesehatan, umur yang berkah, serta memperoleh predikat haji yang mabrur.

    "Harapan saya, ibunda selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan oleh Allah SWT. Semoga seluruh ibadah hajinya diterima dan menjadi haji yang mabrur. Kami juga berharap beliau dapat terus menjadi teladan, sumber doa, dan pemersatu keluarga kami," pungkasnya.


    Kepulangan Nurwasila Harahap bersama rombongan Kloter 05 Debarkasi Medan menjadi momen penuh makna yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjalanan haji merupakan perjalanan spiritual yang membawa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, penuh ketakwaan, serta keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
    (Ros,007)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini