• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    HUT ke-10 AMPHIBI di Batu Bara, Elfi Haris Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Lestarikan Budaya Leluhur

    Redaktur
    Minggu, 30 Agustus 2026, 18:27 WIB Last Updated 2026-08-31T03:52:12Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    HUT ke-10 AMPHIBI di Batu Bara, Elfi Haris Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Lestarikan Budaya Leluhur

    BATU BARA – lensa Nusantara biz id Pembina AMPHIBI Kabupaten Batu Bara, Dr. H. Elfi Haris, SH., M.Hum., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menjaga budaya leluhur agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

    Ajakan tersebut disampaikan Elfi Haris saat memberikan kuliah umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) AMPHIBI ke-10 yang digelar di Pantai Sejarah, Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Jumat (29/8/2026).

    Dalam pemaparannya, Elfi Haris menekankan bahwa kelestarian lingkungan tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan ekologi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan menjadi investasi penting bagi masa depan masyarakat.

    Menurutnya, hutan tidak harus ditebang untuk menghasilkan manfaat ekonomi. Sebaliknya, menjaga hutan dan ekosistemnya dapat memberikan manfaat jangka panjang melalui jasa lingkungan maupun potensi perdagangan karbon.

    “Pihak yang menghasilkan emisi karbon bisa melakukan kompensasi. Menjaga hutan, mangrove dan ekosistem lainnya harus kita pandang sebagai investasi masa depan,” tegas Elfi Haris.

    Ia juga menyoroti kondisi kawasan pesisir Kabupaten Batu Bara yang menghadapi persoalan abrasi. Menurutnya, abrasi yang terus terjadi dapat mengancam keberadaan daratan, ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di kawasan tersebut.

    “Banyak daratan telah hilang akibat abrasi. Ini harus menjadi perhatian serius kepala daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai kita abai terhadap kerusakan lingkungan,” ujarnya.
    Elfi Haris menilai upaya menjaga kawasan pesisir tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat serta komunitas lingkungan.

    Budaya Melayu Jangan Sampai Hilang
    Selain membahas persoalan lingkungan, kuliah umum tersebut juga diwarnai dengan penampilan senandung dan tarian khas Melayu.

    Momentum tersebut dimanfaatkan Elfi Haris untuk mengingatkan pentingnya menjaga budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Batu Bara.

    “Kita harus menjaga budaya leluhur agar tidak punah. Generasi muda wajib mengenal dan melestarikannya,” katanya.
    Menurutnya, pelestarian lingkungan dan budaya memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Alam yang terjaga menjadi warisan bagi generasi berikutnya, demikian pula budaya yang menjadi identitas dan jati diri masyarakat.

    AMPHIBI Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
    Sementara itu, Ketua AMPHIBI Kabupaten Batu Bara, Aidil Syukri, ST., menegaskan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

    Ia mengatakan kerusakan maupun pencemaran lingkungan dapat berdampak melampaui batas wilayah administrasi sehingga diperlukan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

    “Sungai tidak mengenal batas administrasi. Angin tidak mengenal batas wilayah. Laut tidak mengenal batas desa. Pencemaran juga tidak mengenal batas organisasi. Karena itu kita butuh kolaborasi,” ujar Aidil Syukri.

    Ia berharap momentum HUT ke-10 AMPHIBI dapat semakin memperkuat semangat seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan ekosistem mangrove di Kabupaten Batu Bara.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Perupuk Syarkawi, Kepala Desa Gambus Laut, Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara Suriadi, SH., selaku Penasihat AMPHIBI Batu Bara, serta Ucu Mukhsin, anggota DPRD Kabupaten Batu Bara dua periode yang juga merupakan Pembina AMPHIBI Batu Bara.

    Turut hadir Miswarindra dari Humas PT KINRA yang menyampaikan ajakan kepada AMPHIBI Batu Bara untuk membangun kerja sama. Kerja sama tersebut nantinya tetap dilaksanakan dengan mengikuti mekanisme dan persyaratan yang berlaku.
    Kegiatan juga dihadiri berbagai organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, aktivis lingkungan serta elemen masyarakat lainnya.

    Ditutup dengan Penanaman Mangrove
    Rangkaian peringatan HUT AMPHIBI ke-10 kemudian ditutup dengan aksi penanaman mangrove di kawasan Pantai Sejarah, Desa Perupuk.

    Penanaman mangrove tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kawasan pesisir, mengurangi dampak abrasi serta mempertahankan keberadaan ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.

    Melalui momentum satu dekade AMPHIBI tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya menjadikan kegiatan sebagai seremoni, tetapi juga sebagai penguat komitmen untuk terus bergerak menjaga lingkungan, melestarikan budaya dan membangun kolaborasi demi keberlanjutan kawasan pesisir Kabupaten Batu Bara.
    (Ril)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini