• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Kelas I Medan Resmikan Budidaya Hidroponik dan Ikan Air Tawar untuk Warga Binaan

    Redaktur
    Senin, 24 Agustus 2026, 09:39 WIB Last Updated 2026-08-24T16:41:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Kelas I Medan Resmikan Budidaya Hidroponik dan Ikan Air Tawar untuk Warga Binaan

    MEDAN –lensa Nusantara biz id Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif yang berorientasi pada keterampilan, pemanfaatan lahan, dan ketahanan pangan.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian program budidaya hidroponik dan ikan air tawar di lingkungan Lapas Kelas I Medan. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mengembangkan potensi warga binaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif dan berkelanjutan.

    Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara Jalu Yuswa Panjang, Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi, serta sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Medan dan sekitarnya.

    Program budidaya hidroponik dan ikan air tawar ini tidak hanya diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pelatihan bagi warga binaan.

    Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses budidaya, mulai dari perawatan hingga pengelolaan hasil. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
    Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi juga memberikan keterampilan nyata dan memiliki nilai manfaat jangka panjang bagi warga binaan.

    “Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang kami arahkan agar warga binaan mendapatkan keterampilan produktif. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Fonika.

    Menurutnya, pemanfaatan lahan melalui budidaya hidroponik dan ikan air tawar juga menjadi bentuk inovasi dalam mendukung program ketahanan pangan. Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan, kegiatan tersebut sekaligus menciptakan aktivitas positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

    Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, mengapresiasi langkah Lapas Kelas I Medan dalam mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas dan ketahanan pangan.

    Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan secara konsisten sehingga memberikan manfaat yang semakin luas, baik bagi warga binaan maupun lingkungan Lapas.

    “Pembinaan harus memberikan keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat. Program seperti hidroponik dan budidaya ikan air tawar merupakan kegiatan positif yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

    Selain menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat pemasyarakatan dalam memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi diri melalui aktivitas yang positif, terarah, dan produktif.

    Dengan dukungan jajaran Pemasyarakatan serta sinergi antar-UPT, Lapas Kelas I Medan berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam program pembinaan. Pemanfaatan lahan secara optimal 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +