• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    LAPAS KELAS I MEDAN TERIMA TIM UJI PETIK, PERKUAT PEDOMAN KETAHANAN PANGAN DAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN

    Redaktur
    Senin, 12 Oktober 2026, 20:08 WIB Last Updated 2026-10-13T03:08:07Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    LAPAS KELAS I MEDAN TERIMA TIM UJI PETIK, PERKUAT PEDOMAN KETAHANAN PANGAN DAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN


    MEDAN —lensa Nusantara biz id Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menerima kunjungan Tim Uji Petik Penyusunan Pedoman Ketahanan Pangan pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Selasa (6/10/2026).
    Kunjungan tersebut dipimpin Parlindungan Siregar, A.Md.IP., S.H., M.H., dan disambut langsung Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, bersama jajaran pejabat struktural serta pegawai Lapas Kelas I Medan.

    Kegiatan uji petik ini merupakan bagian dari proses penyusunan Pedoman Ketahanan Pangan pada Lapas dan Rutan. Pelaksanaannya bertujuan untuk menghimpun data, informasi, serta memperoleh gambaran faktual mengenai penerapan program ketahanan pangan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

    Melalui kegiatan tersebut, tim melakukan pengumpulan informasi sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan pedoman agar implementasi program ketahanan pangan di Lapas dan Rutan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

    Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
    Bagi Lapas Kelas I Medan, kegiatan uji petik ini menjadi momentum untuk mendukung pengembangan program ketahanan pangan yang terintegrasi dengan pembinaan kemandirian warga binaan.

    Program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan tidak hanya diarahkan untuk mendukung pemanfaatan sumber daya secara produktif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.

    Melalui kegiatan kerja dan pemberdayaan ekonomi, warga binaan didorong untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan produktivitas, serta memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

    Dengan demikian, program ketahanan pangan diharapkan mampu memberikan nilai tambah dalam proses pembinaan, sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang mendukung kemandirian setelah menjalani masa pidana.

    Dukung Penyempurnaan Pedoman Ketahanan Pangan
    Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, bersama jajaran menyambut baik pelaksanaan uji petik tersebut. Pihaknya mendukung upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menyusun pedoman yang dapat menjadi acuan pelaksanaan program ketahanan pangan di seluruh Lapas dan Rutan.

    Menurutnya, penyusunan pedoman yang didukung data dan evaluasi lapangan menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan program yang lebih terstruktur, sesuai kebutuhan, serta berorientasi pada hasil yang berkelanjutan.

    Sinergi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan jajaran UPT Pemasyarakatan juga diperlukan agar kebijakan yang disusun dapat diterapkan secara optimal dengan mempertimbangkan kondisi serta potensi masing-masing satuan kerja.

    Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan menegaskan dukungannya terhadap penguatan program ketahanan pangan yang selaras dengan pembinaan warga binaan, khususnya dalam pengembangan keterampilan dan peningkatan kemandirian.

    Ke depan, penyempurnaan pedoman tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pelaksanaan program ketahanan pangan yang lebih terarah dan berkesinambungan, sekaligus memperkuat peran Pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.(Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini