masukkan script iklan disini
Sidaki Lapas Perempuan Medan, Kakanwil Ditjenpas Sumut Tekankan Disiplin, Integritas, dan Profesionalitas ASN
MEDAN — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, melakukan kunjungan sekaligus memimpin apel pagi pegawai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan, Rabu (7/10/2026).
Kedatangan Kakanwil Ditjenpas Sumut tersebut disambut jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai Lapas Perempuan Medan yang mengikuti apel pagi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, integritas, dan profesionalitas jajaran dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Jalu Yuswa Panjang menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam membangun aparatur yang profesional sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, disiplin tidak hanya tercermin dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti kehadiran tepat waktu, kerapian, kesiapan mengikuti apel, serta kesungguhan dalam melaksanakan setiap tanggung jawab.
“Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran agar terus menjaga kedisiplinan, mulai dari kehadiran, kerapian, hingga semangat dalam bekerja. Hal-hal sederhana tersebut mencerminkan sikap dan profesionalitas kita sebagai ASN. Mari laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berikan kinerja terbaik,” ujar Jalu Yuswa.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga kekompakan dan membangun lingkungan kerja yang dilandasi integritas. Menurutnya, tugas pemasyarakatan membutuhkan komitmen bersama karena setiap pegawai memiliki peran dalam memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan.
Kakanwil juga mendorong jajaran Lapas Perempuan Medan untuk terus meningkatkan semangat kerja dan memberikan pelayanan terbaik, baik dalam pelaksanaan tugas internal maupun pelayanan kepada warga binaan.
“Jaga kekompakan, integritas, dan semangat dalam melaksanakan tugas. Jadikan kedisiplinan sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar kewajiban ketika apel,” pesannya.
Apel pagi tersebut sekaligus menjadi sarana penguatan komunikasi antara pimpinan dan jajaran pegawai. Kehadiran pimpinan di tengah-tengah pegawai diharapkan dapat memperkuat motivasi sekaligus memastikan seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Melalui penguatan disiplin, integritas, dan profesionalitas, jajaran Lapas Perempuan Kelas IIA Medan diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas kinerja serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang tertib, humanis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa kedisiplinan bukan sekadar rutinitas apel pagi, melainkan menjadi bagian penting dari budaya kerja ASN dalam mewujudkan pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan.(Tim)


