masukkan script iklan disini
"Medan Satria, Lenas Nusantara biz id Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengevaluasi Kapolres Metro Bekasi Kota dan Kapolsek Medan Satria.
Menurut Teguh, evaluasi itu dilakukan buntut kasus teror penyiraman air keras yang dialami oleh pemuda berinisial VU di wilayah Medan Satria, Kota Bekasi.
"IPW mendorong Kapolda Metro Jaya mengevaluasi Kapolres Bekasi Kota dan juga Kapolsek Medan Satria karena mereka harus dimintai pertanggungjawabannya terkait lambatnya penanganan teror," ucap Teguh saat dihubungi wartawan, Rabu (11/12/2024).
Teguh menilai, teror yang dialami korban sebanyak 6 kali tidak terlepas dari lambannya penanganan kasus.
Akibatnya, pelaku hingga kini masih berkeliaran dan membuat keluarga korban diselmuti ketakutan.
"Tidak dilanjutinnya (laporan) membuat pelaku teror leluasa melakukan teror tersebut. Jadi, serangan tersebut akibat dari lambatnya penanganan polisi," tegas Sugeng.
Sebagai informasi, aksi penyiraman air keras yang dialami oleh VU merupakan teror keenam yang menimpa dirinya di wilayah Pejuang Pratama, Medan Satria, Kota Bekasi.
Teror itu berkali-kali terjadi sejak bulan Agustus 2024. Kejadian pertama yakni perusakan ban mobil di bulan Agustus.
Selanjutnya, di bulan Oktober, teror itu terjadi sebanyak empat kali dengan target perusakan mobil.
Puncaknya, VU disiram air keras pada pada Sabtu (30/11/2024) lalu. Penyiraman itu merupakan teror keenam yang dialami oleh korban dan membuat ia perlu dirawat di rumah sakit.
Adik korban yakni TA menjelaskan, keluarganya kini hidup dalam ketakutan, terutama setelah kakaknya disiram air keras di dekat rumah mereka.
TA bahkan rutin memantau rekaman CCTV untuk memastikan tidak ada orang mencurigakan yang mendekati rumah mereka.
"Saya setiap hari lihat CCTV, khawatir ada orang yang memantau. Kami juga mengurangi aktivitas di luar untuk menghindari ancaman teror lain," kata dia."
(Tim.red)


