masukkan script iklan disini
Kloter 11 Embarkasi Medan Terima Kartu Nusuk, 357 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci
MEDAN —lensa Nusantara biz id Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus secara simbolis membagikan kartu nusuk kepada ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) jemaah calon haji (calhaj) Kloter 11 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Minggu (3/5/2026).
Sebanyak 357 jemaah tergabung dalam Kloter 11 ini. Rinciannya, 129 jemaah berasal dari Kota Tanjungbalai, 211 dari Kota Medan, serta masing-masing 2 jemaah dari Padangsidimpuan, Deli Serdang, Asahan, dan Simalungun. Selain itu, terdapat masing-masing 1 jemaah dari Serdang Bedagai, Mandailing Natal, serta Kota Padang (Sumatera Barat), ditambah 6 orang petugas haji daerah dan pusat.
Sesuai jadwal, para jemaah akan diberangkatkan dari Asrama Haji Medan menuju Kualanamu International Airport pada Senin (4/5/2026) pukul 03.30 WIB dan dijadwalkan lepas landas menuju Arab Saudi pada pukul 09.20 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina turut memantau langsung kondisi para jemaah di aula penerimaan Asrama Haji. Para jemaah tampak menjalani berbagai tahapan layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian paspor, gelang identitas, hingga penerimaan living cost sebesar 750 riyal per orang.
Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan kesehatan bagi seluruh jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Fadly juga berpesan agar para jemaah menjaga kekompakan serta mendoakan kebaikan bagi daerah asal.
“Selamat menunaikan ibadah di Tanah
Suci. Semoga seluruh jemaah diberikan kemudahan dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, Zulkifli Sitorus menegaskan bahwa kartu nusuk merupakan identitas penting bagi jemaah selama berada di Arab Saudi, terutama untuk mengakses lokasi-lokasi utama ibadah seperti Masjidil Haram saat tawaf dan sa’i, serta saat pelaksanaan wukuf di Arafah.
Ia menjelaskan, pemerintah telah mengantisipasi distribusi kartu nusuk sejak awal. Bagi jemaah yang belum menerima kartu di embarkasi, data mereka telah dikirim ke Arab Saudi untuk diproses lebih lanjut.
“Jemaah yang belum mendapatkan kartu nusuk di sini akan disiapkan di Madinah. Setibanya di sana, kartu tersebut akan langsung diserahkan,” jelasnya.
Dengan sistem distribusi ini, diharapkan seluruh jemaah dapat terdata dengan baik dan memperoleh kartu nusuk tepat waktu, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan tertib.
(Red)


