masukkan script iklan disini
357 Jemaah Kloter 11 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Air, Kakanwil Kemenhaj Sumut Ajak Jadi Teladan dan Penebar Kemaslahatan
Medan –lensa Nusantara biz id. Sebanyak 357 orang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 Debarkasi Medan, terdiri atas 351 jemaah haji dan 6 petugas kloter, tiba kembali di Tanah Air setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kedatangan para dhuyufurrahman disambut dalam acara penerimaan yang berlangsung di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebelumnya, pesawat yang mengangkut jemaah mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, sekitar pukul 00.10 WIB.
Kloter 11 Debarkasi Medan terdiri atas 133 jemaah laki-laki dan 224 jemaah perempuan. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, yakni Kota Tanjung Balai sebanyak 127 orang, Kota Medan 211 orang, Kota Padangsidimpuan 4 orang, Kabupaten Deli Serdang 2 orang, Kabupaten Asahan 1 orang, Kabupaten Simalungun 2 orang, Kabupaten Mandailing Natal 3 orang, serta 1 jemaah mutasi dari Kota Padang.
Berdasarkan data manifes, Kloter 11 juga mencatat adanya perpindahan jemaah melalui mekanisme tanazul. Terdapat dua jemaah tanazul masuk, yakni Hakim Nasution (nomor manifes 007) dan Yusti Marmi Sirger (nomor manifes 064) yang bergabung dari Kloter 12 dan kembali bersama Kloter 11.
Sementara itu, terdapat tiga jemaah tanazul keluar, yakni Lukman Nurhakim (nomor manifes 147) yang kembali bersama Kloter 08 menuju Kabupaten Serdang Bedagai, Edi Syahputra (nomor manifes 007) yang kembali bersama Kloter 09 menuju Kota Tanjung Balai, serta Yanti Sinaga (nomor manifes 236) yang kembali bersama Kloter 09 menuju Kabupaten Asahan.
Acara penerimaan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., Sekretaris Daerah Kota Tanjung Balai Nurmalini Marpaung, M.I.Kom., Kabag Kesra Kota Tanjung Balai Abu Said Lubis, S.Ag., Sekretaris PPIH Embarkasi-Debarkasi Medan Dr. H. Torang Rambe, M.Ag., Kakan Kemenhaj Kota Tanjung Balai H. And. Syarat Saragih, S.H., M.A., Kakan Kemenhaj Kabupaten Asahan H. Jamaluddin, M.M., Kakan Kemenhaj Kabupaten Simalungun Gazali Nasution, S.Pd., M.M., serta Wakil Ketua I Baznas Sumatera Utara Musaddad Lubis.
Dalam sambutannya, Zulkifli Sitorus menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Ia mengajak para jemaah untuk menjaga dan merawat kemabruran haji yang telah diraih selama berada di Tanah Suci.
Menurut Zulkifli, kemabruran haji tidak hanya diukur dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah selama di Makkah dan Madinah, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap, perilaku, dan akhlak setelah kembali ke daerah masing-masing.
Dengan gaya khas yang penuh kehangatan, Zulkifli menyebut dirinya melihat tanda-tanda kemabruran mulai tampak pada diri para jemaah yang baru tiba.
"Kami melihat tanda-tanda kemabruran itu sudah mulai tampak. Wajah bapak dan ibu terlihat lebih muda dibanding saat berangkat sekitar 40 hari yang lalu. Kemudian banyaknya barang bawaan yang dibawa menunjukkan semangat untuk berbagi kepada keluarga dan sesama. Tinggal satu lagi yang kami harapkan, yaitu bapak dan ibu menjadi teladan di tengah masyarakat, menjadi contoh yang baik, serta menebarkan kedamaian dan kemaslahatan bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Ia berharap para jemaah mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan keteladanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan, serta membawa nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PPIH Debarkasi Medan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan para jemaah yang telah menjaga kekompakan serta bekerja sama dengan baik selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
"Terima kasih kepada seluruh petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan seluruh jemaah yang telah bekerja sama dengan baik. Insya Allah seluruhnya memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga," katanya.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi petugas dalam melayani jemaah selama berada di Tanah Suci, dilakukan pengalungan selempang oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjung Balai Nurmalini Marpaung bersama Ketua PPIH Debarkasi Medan Zulkifli Sitorus kepada Ketua Kloter Fadlin Gea dan Dokter Kloter dr. Dewi Astri Khairina.
Sementara itu, perwakilan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan, dr. Nyoman Rima Ayu Pujiastuti, mengingatkan para jemaah agar tetap menjaga kesehatan setelah kembali dari Arab Saudi.
Ia menyampaikan tiga hal penting yang perlu diperhatikan para jemaah, yaitu melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan kesehatan, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau sesak napas, segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat dan sampaikan bahwa bapak dan ibu merupakan jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci. Selain itu, tetap gunakan masker saat berinteraksi dengan banyak orang serta terapkan pola hidup sehat," pesannya.
Usai seluruh rangkaian acara, para jemaah menerima paspor, air zamzam, dan barang bawaan sesuai nomor manifes sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.
Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj ketika para jemaah bersiap meninggalkan Asrama Haji Medan untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta setelah lebih dari sebulan menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kepulangan Kloter 11 menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual yang penuh makna sekaligus awal pengabdian baru di tengah masyarakat. Harapan besar pun disematkan kepada para jemaah agar nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama di Makkah dan Madinah dapat terus terjaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pribadi yang membawa manfaat, kedamaian, serta kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara.
(Red)


