• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    360 Jemaah Haji Kloter 10 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Air, Kakanwil Kemenhaj Sumut Ajak Jaga Kemabruran Haji

    Redaktur
    Sabtu, 13 Juni 2026, 02:09 WIB Last Updated 2026-06-13T09:09:11Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    360 Jemaah Haji Kloter 10 Debarkasi Medan Tiba di Tanah Air, Kakanwil Kemenhaj Sumut Ajak Jaga Kemabruran Haji

    MEDAN – Lensa Nusantara biz id Sebanyak 360 jemaah dan petugas haji Kelompok Terbang (Kloter) 10 Debarkasi Medan Tahun 1447 H/2026 M tiba kembali di Tanah Air dan disambut dalam acara penerimaan yang berlangsung di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Sabtu (13/06/2026) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB.

    Sebelumnya, pesawat yang mengangkut jemaah Kloter 10 mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (12/06/2026) pukul 21.55 WIB. Setelah proses kedatangan selesai, para jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan menggunakan armada bus untuk mengikuti prosesi penerimaan dan penyerahan secara resmi kepada pemerintah daerah asal masing-masing.

    Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Kloter 10 berjumlah 360 orang yang terdiri atas 354 jemaah haji dan enam petugas kloter. Jemaah berasal dari Kabupaten Deli Serdang sebanyak 207 orang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebanyak 146 orang, serta satu orang jemaah asal Kota Medan yang tergabung dalam kloter tersebut. Selain itu, terdapat petugas haji daerah dan petugas pusat yang turut mendampingi jemaah selama menjalankan ibadah hingga kembali ke Indonesia.


    Acara penerimaan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Deli Serdang Dr. Zainal Abidin Hutagalung, Kabag Kesra Kabupaten Deli Serdang Faisal Rahman Panjaitan, S.E., Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan Ir. Ralikul Rahman, Kabag Kesra Kabupaten Labuhanbatu Selatan Annisa Wahyuni Siregar, Sekretaris PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan Dr. H. Torang Rambe, M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Labuhanbatu Selatan H. Ahmad Khotib, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Deli Serdang Hj. Nurlela, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Utara, serta unsur PPIH dan P3IH dari berbagai instansi terkait.

    Dalam sambutannya, Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dengan baik dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.

    Ia menegaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan seluruh rukun, wajib, dan sunnah haji, tetapi juga harus tercermin dalam perubahan sikap, perilaku, serta meningkatnya kualitas keimanan dan kepedulian sosial setelah kembali ke tengah masyarakat.

    “Ibadah tidak berhenti setelah haji selesai. Seluruh amalan, doa, dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama di Tanah Suci harus terus dipelihara dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Haji mabrur harus mampu menghadirkan keteladanan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Zulkifli Sitorus.

    Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta menjadi teladan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.

    “Kami berharap para jemaah dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan, menjaga persatuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Inilah salah satu ciri utama dari haji yang mabrur,” tambahnya.

    Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Sitorus turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama proses penyelenggaraan ibadah haji.

    Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian selama operasional penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M, dilakukan pengalungan selempang apresiasi kepada petugas kloter yang diwakili oleh Ketua Kloter Liberni Berlian dan Dokter Kloter dr. Zakiyah Ulfa Huseini.

    Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan penyampaian edukasi kesehatan oleh dr. Riza Pahlevi dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK). Dalam arahannya, ia mengimbau seluruh jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan pascakepulangan dari Arab Saudi dengan menerapkan isolasi mandiri selama 21 hari, menggunakan masker saat berinteraksi dengan anggota keluarga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.

    Selain itu, para jemaah diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, atau keluhan kesehatan lainnya setelah kembali dari Tanah Suci.
    Menurut dr. Riza, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengawasan kesehatan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit menular selama masa pemantauan kesehatan pascakepulangan jemaah haji.

    Setelah seluruh rangkaian acara selesai, para jemaah menerima paspor, air zamzam, serta barang bawaan sesuai nomor manifes sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing. Suasana haru dan bahagia tampak mewarnai Aula Madinatul Hujjaj ketika para jemaah bersiap bertemu kembali dengan keluarga setelah lebih dari satu bulan menunaikan ibadah di Tanah Suci.

    Kepulangan Kloter 10 Debarkasi Medan menjadi momentum penuh syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji sekaligus menjadi awal bagi para jemaah untuk mengimplementasikan nilai-nilai kemabruran dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dapat terus terjaga dan memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
    (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini