masukkan script iklan disini
Dukung Program Smart Zero Waste, Lapas Perempuan Medan dan DLH Kota Medan Bekali WBP dengan Pelatihan Pemilahan Sampah
Pelatihan ini menghadirkan Direktur Bank Sampah Induk Permata Hati, Malim Indra Utama, sebagai narasumber yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah secara terpadu.
Para peserta dibekali pengetahuan tentang teknik memilah sampah berdasarkan jenisnya, pengolahan sampah organik menggunakan tong komposter, hingga pemanfaatan cairan Effective Microorganisms 4 (EM4) untuk mempercepat proses penguraian sampah organik menjadi kompos.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di dalam lapas. Selain bertujuan mengurangi timbulan sampah, pelatihan ini juga dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan warga binaan agar mampu mengelola sampah secara tepat, sehingga memiliki nilai guna dan bernilai ekonomis.
Melalui program Smart Zero Waste, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang ramah lingkungan sekaligus memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan atas sinergi dan dukungan yang diberikan dalam menyukseskan program pembinaan berbasis kepedulian lingkungan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan atas ilmu, edukasi, dan pendampingan yang telah diberikan kepada warga binaan kami. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas maupun setelah kembali ke tengah masyarakat. Semoga keterampilan ini menjadi bekal yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan," ujar Yekti Apriyanti.
Menurutnya, kolaborasi antara Lapas Perempuan Medan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam mendukung program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga pada peningkatan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan berharap para warga binaan tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah yang benar, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menerapkan pola hidup bersih dan ramah lingkungan di mana pun mereka berada. Program Smart Zero Waste pun diharapkan terus berkembang sebagai salah satu inovasi pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, lingkungan lapas, dan masyarakat secara luas.(Tim)


