masukkan script iklan disini
Satlantas Polrestabes Medan Selidiki Kecelakaan Maut di Jalan PDAM Tirtanadi, Pelajar SMA Tewas Terlindas Truk Saat Hendak Masuk Sekolah
Medan , Lensa Nusantara biz id Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pelajar SMA di Jalan PDAM Tirtanadi, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Selasa (4/8/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Charles Parlindungan Zebua, seorang siswa SMA Sultan Iskandar Muda yang berdomisili di Jalan Sunggal, Gang Bakul, Lingkungan XI Pekan I, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami luka berat di bagian kepala.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula ketika korban mengendarai sepeda motor Honda Beat menuju sekolah. Saat berada di sekitar pintu masuk sekolah dan diduga hendak berbelok memasuki area sekolah, sepeda motor yang dikendarainya bersenggolan dengan sepeda motor Yamaha Mio yang dikemudikan Riko Sirait.
Akibat benturan tersebut, kedua pengendara terjatuh ke badan jalan. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk bermuatan sayur kol dengan nomor polisi BK 8152 BY melaju dari arah belakang.
Karena jarak yang sudah sangat dekat, pengemudi truk tidak sempat menghindar sehingga kendaraan tersebut menabrak dan melindas korban.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, personel Satlantas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Setelah kedua pengendara terjatuh akibat bersenggolan, truk yang datang dari arah belakang menabrak korban. Saat ini seluruh rangkaian kejadian masih kami dalami melalui proses penyelidikan," ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area kecelakaan, mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kepadatan, mengevakuasi korban, serta mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.
AKBP Sri Lestari Widodo menjelaskan, korban pelajar dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya. Sementara itu, pengendara sepeda motor lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Adapun sopir truk telah diamankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Korban pelajar meninggal dunia, sedangkan pengendara sepeda motor lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis. Sopir truk juga telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut," katanya.
Dalam proses penyelidikan, penyidik Satlantas Polrestabes Medan tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), melakukan pemeriksaan teknis terhadap kendaraan yang terlibat, serta mendalami seluruh faktor yang berkaitan dengan penyebab kecelakaan.
"Seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan agar kronologi kejadian dapat terungkap secara utuh," tegas AKBP Sri Lestari Widodo.
Peristiwa tragis tersebut terjadi bertepatan dengan jam masuk sekolah, ketika arus lalu lintas di kawasan tersebut dipadati pelajar, orang tua, kendaraan pribadi, dan angkutan umum. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku terkejut mendengar benturan keras dan segera memberikan pertolongan awal sambil menghubungi petugas kepolisian serta ambulans. Namun, luka berat yang dialami korban menyebabkan nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Satlantas Polrestabes Medan mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar, orang tua, dan seluruh pengguna jalan, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan sekolah yang memiliki tingkat aktivitas lalu lintas cukup tinggi.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan besar seperti truk maupun bus. Pengendara sepeda motor juga diingatkan agar tidak melakukan manuver secara tiba-tiba di dekat persimpangan atau pintu masuk sekolah serta memastikan kondisi lalu lintas sebelum berbelok.
Sementara itu, pengemudi kendaraan berat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mengantisipasi pergerakan kendaraan roda dua yang kerap mendominasi arus lalu lintas di sekitar kawasan pendidikan pada jam-jam sibuk.
Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Kepolisian juga mengajak masyarakat yang mengetahui peristiwa tersebut atau memiliki rekaman kamera kendaraan (dashcam) agar menyerahkan informasi kepada penyidik guna membantu proses penyelidikan.
Tragedi ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa disiplin berlalu lintas, kepatuhan terhadap peraturan, serta sikap saling menghormati antar-pengguna jalan merupakan faktor utama dalam mencegah kecelakaan yang dapat merenggut korban jiwa.
(Ro,007)


