masukkan script iklan disini
Pelindo Multi Terminal Tata Ulang Terminal LNG Benoa, Dukung Pengembangan BMTH dan Transisi Energi
DENPASAR — lensa nusatara biz id Pelindo Multi Terminal terus melakukan penataan dan optimalisasi pengelolaan Terminal LNG Benoa sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kawasan pelabuhan yang terintegrasi, sekaligus memperkuat peran infrastruktur pelabuhan dalam menunjang kebutuhan energi dan perekonomian nasional.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah relokasi Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) menuju AP2. Penataan tersebut dilakukan sejalan dengan pengembangan Bali
Maritime Tourism Hub (BMTH) sebagai kawasan pariwisata maritim yang diarahkan untuk mendukung aktivitas kapal pesiar dan yacht internasional.
Dengan penataan tersebut, fungsi pariwisata dan infrastruktur energi di kawasan Pelabuhan Benoa dapat berjalan berdampingan secara terintegrasi.
Pengembangan kawasan tidak hanya memperkuat konektivitas dan layanan pelabuhan, tetapi juga tetap mempertahankan dukungan terhadap kebutuhan energi di wilayah Bali dan sekitarnya.
Penataan dan pengelolaan Terminal LNG Benoa juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendukung transformasi dan penguatan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Melalui penguatan kapabilitas operasional serta optimalisasi infrastruktur, Pelindo Multi Terminal terus mendorong peningkatan kualitas layanan dan efisiensi pengelolaan terminal. Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung aktivitas ekonomi, pariwisata, serta kebutuhan energi nasional.
Dari sisi keberlanjutan, Pelindo Multi Terminal juga terus mengoptimalkan pengelolaan Terminal LNG Benoa untuk mendukung pemanfaatan energi dengan emisi yang lebih rendah.
Upaya tersebut menjadi bagian dari proses transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih, sekaligus mendukung kebutuhan energi bagi masyarakat, sektor pariwisata, dan aktivitas perekonomian di Bali dan sekitarnya.
Pelindo Multi Terminal menempatkan aspek environmental, social, and governance (ESG) sebagai bagian penting dalam pengelolaan operasional perusahaan. Penerapan prinsip tersebut diarahkan tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga pada keselamatan, efisiensi operasional, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami terus mendorong pengelolaan terminal yang memperhatikan keberlanjutan, termasuk melalui dukungan terhadap penggunaan energi yang lebih rendah emisi. Bagi Pelindo Multi Terminal, penerapan ESG bukan hanya terkait aspek lingkungan, tetapi juga bagaimana memastikan operasional berjalan aman, efisien, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sugeng.
Menurutnya, pengelolaan Terminal LNG Benoa merupakan salah satu langkah Pelindo Multi Terminal dalam mendukung keseimbangan antara pengembangan infrastruktur energi, pertumbuhan pariwisata maritim, dan prinsip keberlanjutan.
“Pengelolaan Terminal LNG Benoa menjadi salah satu langkah kami untuk mendukung hal tersebut,” tutup Sugeng.
(Tim)


