masukkan script iklan disini
Polres Binjai Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026, Libatkan 2.023 Personel
BINJAI – Polres Binjai bersama instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Toba 2026, yang dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Senin (2/2/2026) pukul 08.30 WIB.
Apel tersebut dipimpin oleh Wakapolres Binjai Kompol Sofyan H. NST, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., sekaligus membacakan amanat Kapolda Sumatera Utara.
Dalam amanatnya, Kapolda Sumut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel Polda Sumut dan jajaran, serta instansi terkait atas sinergi dan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026.
Kapolda menegaskan bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) merupakan kebutuhan mutlak masyarakat sebagai pengguna jalan. Namun, tingkat kepatuhan berlalu lintas dan keselamatan di jalan raya dinilai masih memprihatinkan, terlebih dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.
“Jika tidak disikapi dengan langkah strategis dan berkelanjutan, kondisi ini dapat menimbulkan kerugian besar, baik korban jiwa, kerugian materiil, maupun dampak sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Sejalan dengan Decade of Action for Road Safety 2021–2030 yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia menargetkan penurunan fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 50 persen.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang mencakup lima pilar, yakni manajemen keselamatan jalan, jalan berkeselamatan, kendaraan berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, serta penanganan korban pascakecelakaan.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Sumut, kinerja penegakan hukum lalu lintas tahun 2025 menunjukkan tren positif. Jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024, khususnya pelanggaran tilang yang turun dari 140.145 kasus menjadi 75.454 kasus atau berkurang 46,2 persen. Sementara pelanggaran berupa teguran juga menurun sebesar 5,6 persen, sehingga total pelanggaran lalu lintas menurun sebesar 23,4 persen.
Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas juga menurun sebesar 4,6 persen, dengan penurunan korban meninggal dunia mencapai 10,4 persen. Penurunan tersebut turut diikuti berkurangnya korban luka berat serta nilai kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas.
Operasi Keselamatan Toba 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan sasaran masyarakat pengguna jalan, kendaraan angkutan umum dan pribadi, titik rawan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamseltibcarlantas.
Sebanyak 2.023 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari 100 personel Satgas Polda dan 1.923 personel Satgas Polres/Polresta/Polrestabes jajaran.
Kapolda Sumut menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan mengedepankan pemetaan dan deteksi dini terhadap lokasi rawan, meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, menjunjung tinggi profesionalisme melalui penerapan 3S (Senyum, Sapa, Salam), serta menghindari segala bentuk pelanggaran kode etik seperti pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, dan sikap arogan.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, serta menjunjung tinggi integritas. Semoga Operasi Keselamatan Toba 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi keselamatan dan ketertiban masyarakat Sumatera Utara,” pungkasnya.
Apel Gelar Pasukan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Binjai, antara lain perwakilan Wali Kota Binjai, Dandim 0203/Langkat, Kejaksaan Negeri Binjai, DPRD Kota Binjai, Kesbangpol, Subdenpom 1/5-2 Binjai, para Pejabat Utama (PJU), serta Kapolsek jajaran Polres Binjai.
(Humas/Ros,007)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar