masukkan script iklan disini
KRI Bima Suci Sandar di Pelabuhan Belawan, Perkuat Diplomasi Maritim Lewat APCS dan KJK 2026
Belawan. Lensa nusatara biz id. Kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, tiba dan bersandar di Dermaga 104 Ujung Baru Pelabuhan Belawan, Minggu pagi (5/4/2026) pukul 09.14 WIB. Kedatangan kapal ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Asean Plus Cadet Sail (APCS) 2026 dan Kartika Jala Krida (KJK) 2026.
Kehadiran KRI Bima Suci disambut langsung oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) I Laksamana Muda TNI Deny Septiana. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan kental nuansa budaya, diawali dengan tarian selamat datang, dilanjutkan laporan Komandan KRI Bima Suci Letkol (L) Sugeng Hariyanto, serta prosesi pengalungan ulos kepada perwakilan peserta sebagai simbol kehormatan.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Wali Kota Medan Rico Tri Bayu Waas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Kodaeral I, serta unsur maritim lainnya.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 79 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 turut ambil bagian bersama 52 peserta Asean Plus Cadet Sail (APCS) yang berasal dari 25 negara, baik dari kawasan ASEAN maupun non-ASEAN seperti Australia, China, Kanada, Afrika, dan sejumlah negara di Eropa. Selain itu, lebih dari 400 peserta tambahan yang terdiri dari awak kapal, staf latihan, serta pelajar SMA juga turut meramaikan kegiatan Open Ship.
Kehadiran peserta dari berbagai negara ini semakin menegaskan peran strategis pelayaran KRI Bima Suci sebagai sarana diplomasi maritim sekaligus memperkuat hubungan internasional antarnegara.
Dankodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana menyampaikan kepada awak media bahwa pelayaran KRI Bima Suci akan berlangsung selama 124 hari dengan rute internasional. Pelayaran dimulai dari Surabaya, kemudian Jakarta, Belawan, dan selanjutnya menuju Sri Lanka, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, Filipina, Sulawesi Utara, hingga kembali ke Surabaya.
Selama berada di Belawan, para taruna dan peserta APCS dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya courtesy call kepada Dankodaeral I dan Gubernur Sumatera Utara, open ship untuk masyarakat umum, deck reception, olahraga bersama prajurit Kodaeral I, bakti sosial bagi masyarakat pesisir, serta kunjungan budaya ke Istana Maimun dan Museum Rahmat.
Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat persahabatan antarbangsa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi para taruna sebagai calon pemimpin TNI Angkatan Laut masa depan yang profesional, tangguh, dan berwawasan global.
(Tim)


