• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    10 Warga Binaan Lapas Perempuan Medan Terima Remisi Khusus Waisak 2570 BE, Wujud Pemenuhan Hak dan Apresiasi Pembinaan

    Redaktur
    Minggu, 31 Mei 2026, 06:16 WIB Last Updated 2026-05-31T13:16:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    10 Warga Binaan Lapas Perempuan Medan Terima Remisi Khusus Waisak 2570 BE, Wujud Pemenuhan Hak dan Apresiasi Pembinaan

    MEDAN –lensa Nusantara biz id  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak-hak warga binaan pemasyarakatan dengan memberikan Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) kepada warga binaan yang beragama Buddha, Minggu (31/05/2026).

    Pada peringatan Hari Raya Waisak tahun ini, sebanyak 10 warga binaan pemasyarakatan (WBP) menerima Remisi Khusus Waisak sebagai bentuk penghargaan negara atas perilaku baik dan partisipasi aktif mereka dalam mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.

    Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, melalui Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Reni Panjaitan, menyampaikan bahwa pemberian remisi dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

    Menurutnya, remisi khusus keagamaan merupakan salah satu hak warga binaan yang diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif, termasuk menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan.

    “Remisi Khusus Waisak ini merupakan bentuk pengakuan negara atas hak setiap narapidana yang telah memenuhi persyaratan. Selain itu, remisi juga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menjaga kedisiplinan, dan mengikuti seluruh program pembinaan yang telah disediakan,” ujar Reni Panjaitan.

    Perayaan Hari Raya Waisak di Lapas Perempuan Medan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan suasana yang sarat makna spiritual. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan ibadah bersama, meditasi, serta pembacaan paritta yang dipimpin oleh pembimbing rohani Buddha.
    Suasana tenang, damai, dan penuh refleksi menyelimuti jalannya perayaan yang diikuti dengan antusias oleh seluruh warga binaan beragama Buddha. Momentum Waisak dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat nilai-nilai kebajikan, meningkatkan kesadaran spiritual, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

    Pihak Lapas Perempuan Medan berharap pemberian remisi ini dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana. Selain itu, remisi diharapkan mampu mendorong warga binaan agar lebih aktif mengikuti program pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang diselenggarakan oleh lapas.

    “Melalui momentum Waisak dan pemberian remisi ini, kami berharap warga binaan semakin termotivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan sungguh-sungguh, memperbaiki kualitas diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan bermanfaat,” tambahnya.

    Kegiatan peringatan Hari Raya Waisak dan pemberian Remisi Khusus Waisak 2570 BE di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

     Hal ini menjadi wujud nyata komitmen pemasyarakatan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, pembinaan, serta penghormatan terhadap keberagaman agama dan kepercayaan di lingkungan pemasyarakatan.
    (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini