• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    Wamenhaj RI Tinjau Embarkasi Medan, Apresiasi Kesiapan Sumut Layani Jemaah Transit dan Technical Landing

    Redaktur
    Jumat, 08 Mei 2026, 03:26 WIB Last Updated 2026-05-08T10:29:09Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Wamenhaj RI Tinjau Embarkasi Medan, Apresiasi Kesiapan Sumut Layani Jemaah Transit dan Technical Landing

    Medan — Lensa Nusantara biz id Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau langsung pelayanan jemaah haji di Asrama Haji Medan, Jumat (8/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wamenhaj memberikan apresiasi atas kesiapan Embarkasi Medan dalam mendukung operasional haji nasional, khususnya dalam penanganan jemaah transit serta pesawat yang mengalami technical landing.

    Kunjungan kerja itu turut didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara Dr. Zulkifli Sitorus, Plt Kepala Asrama Haji Medan Akmalsyah, Kabid Bina Haji dan Umrah Dr. Torang Rambe, serta Kasubbag Tata Usaha Asrama Haji Medan.

    Dalam peninjauan tersebut, Wamenhaj menyapa dan berdialog langsung dengan sejumlah jemaah haji, termasuk jemaah asal Kalimantan yang mengalami demensia sehingga tertunda keberangkatannya akibat technical landing pesawat. Dahnil juga berbincang dengan keluarga jemaah dan memastikan seluruh kebutuhan serta kondisi kesehatan jemaah mendapat perhatian maksimal dari petugas.

    Selain itu, ia turut menemui jemaah asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang sempat gagal berangkat karena kadar hemoglobin (Hb) rendah. Kepada jemaah yang sedang menjalani pemulihan kesehatan, Dahnil mengingatkan agar tidak memaksakan diri berangkat sebelum kondisi benar-benar dinyatakan sehat.

    “Yang penting sehat. Jangan dipaksakan. Kalau sudah benar-benar fit, insyaallah nanti berangkat dengan lancar,” ujar Dahnil memberi semangat kepada jemaah.

    Di sela kunjungannya, Wamenhaj juga meninjau stan perbaikan tas paspor milik koperasi Asrama Haji Medan. Layanan tersebut membantu memperbaiki tas bawaan jemaah yang mengalami kerusakan dengan biaya terjangkau sesuai tingkat kerusakan.

    Menurut Dahnil, inovasi sederhana namun responsif seperti itu patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi embarkasi haji lainnya di Indonesia.
    “Ini bagus dan bisa menjadi contoh bagi asrama haji lain,” katanya.

    Dalam arahannya kepada jemaah, Dahnil turut mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik s7elama menjalankan ibadah haji serta menghindari pengeluaran yang tidak perlu selama berada di Tanah Suci.

    “Bapak dan Ibu, jaga kesehatan dan kurangi berbelanja, terutama untuk hal-hal yang tidak penting,” pesannya.

    Saat diwawancarai Humas Kanwil Kemenhaj Sumut, Dahnil menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam operasional haji tahun ini karena menjadi titik transit sekaligus buffer zone apabila terjadi kendala penerbangan maupun kondisi kesehatan jemaah.

    “Sumut ini menjadi buffer zone. Artinya, Sumatera Utara harus siap melakukan mitigasi dan pelayanan terhadap jemaah yang terpaksa tidak bisa berangkat karena sakit maupun akibat technical landing pesawat,” jelasnya.

    Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan pelayanan tambahan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga koordinasi cepat dengan maskapai dan pihak syarikah.

    “Beberapa hari lalu ada pesawat yang harus landing di sini dan dilakukan pergantian pesawat. Maka pelayanan harus cepat, termasuk hotel, konsumsi, dan kebutuhan jemaah lainnya,” ujarnya.
    Dahnil menilai secara umum pelayanan di Embarkasi Medan berjalan baik dan mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia mengapresiasi kesiapan petugas dalam melayani jemaah reguler maupun jemaah transit.

    “Alhamdulillah, konsumsi tidak ada masalah, akomodasi lancar, dan pelayanan terhadap jemaah transit maupun technical landing juga berjalan baik,” katanya.

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi harus terus dilakukan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

    “Kalau ada kekurangan, harus langsung ada perbaikan dan evaluasi. Cara-cara seperti ini harus terus dilakukan,” tegasnya.

    Wamenhaj juga meminta agar kegiatan seremonial pelepasan keberangkatan tidak dilakukan secara berlebihan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup, terutama bagi jemaah gelombang kedua yang langsung mengenakan pakaian ihram dan melaksanakan umrah wajib setibanya di Arab Saudi.

    “Mereka membutuhkan energi yang besar. Jadi harus banyak istirahat, termasuk selama di pesawat,” pungkasnya.
    Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Dr. Zulkifli Sitorus, menyampaikan bahwa kunjungan Wamenhaj menjadi motivasi sekaligus penguatan bagi seluruh petugas embarkasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji.

    “Alhamdulillah, kunjungan Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah RI menjadi motivasi bagi seluruh jajaran petugas di Embarkasi Medan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Berbagai arahan yang disampaikan akan menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menghadapi dinamika operasional haji seperti technical landing maupun penanganan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus,” ujarnya.

    Menurut Zulkifli, Embarkasi Medan tidak hanya melayani keberangkatan jemaah reguler, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung kelancaran operasional haji nasional.
    “Embarkasi Medan harus siap menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi darurat dan transit penerbangan. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus kami perkuat demi memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
    (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +