masukkan script iklan disini
Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan Resmi Ditutup, Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Kemajuan Kota di Indonesia
MEDAN – Lensa Nusantara biz id Kota Medan sukses menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026. Forum nasional yang berlangsung sejak 28 Juni hingga 2 Juli 2026 itu resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026).
Rakernas XVIII APEKSI yang diikuti para wali kota dari seluruh Indonesia tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi strategis sebagai arah pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing di masa mendatang.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan, keberhasilan Rakernas tidak hanya diukur dari terselenggaranya rangkaian kegiatan dengan baik, tetapi juga dari implementasi hasil-hasil forum di daerah masing-masing. Menurutnya, seluruh ide, gagasan, komitmen, serta keputusan yang lahir selama Rakernas harus diwujudkan menjadi kebijakan dan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Insya Allah, seluruh rangkaian Rakernas ini telah menghasilkan ide, gagasan, komitmen, serta keputusan yang nantinya akan memberikan dampak positif bagi bangsa kita, khususnya dalam memajukan kota-kota di Indonesia,” kata Rico Waas.
Rico juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Medan sebagai tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI. Terlebih, penyelenggaraan forum nasional tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-436 Kota Medan.
“Kehadiran para wali kota dari seluruh Indonesia merupakan sebuah kebanggaan bagi kami dan menjadi hadiah terindah bertepatan dengan Hari Jadi ke-436 Kota Medan. Momentum ini semakin memperkuat semangat kolaborasi dan persaudaraan antarpemerintah kota dalam membangun Indonesia dari daerah,” ujarnya.
Selama pelaksanaan Rakernas, berbagai agenda strategis dan inovatif digelar. Mulai dari Youth City Changers (YCC) yang melibatkan generasi muda dalam pembangunan perkotaan, forum perangkat daerah, Ladies Program yang diikuti para Ketua TP PKK, hingga Indonesia City Expo yang menampilkan potensi, inovasi, dan produk unggulan dari berbagai kota di Indonesia.
Selain menjadi ajang bertukar pengalaman dan praktik terbaik antarwilayah, Rakernas XVIII APEKSI juga membahas sejumlah isu prioritas yang menjadi tantangan bersama pemerintah kota. Dari forum-forum tersebut lahir sejumlah rekomendasi penting, antara lain penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), percepatan transformasi digital pelayanan publik, penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan kapasitas mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan hidup, serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono dalam sambutannya mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan para kepala daerah selama Rakernas berlangsung. Ia menilai APEKSI memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
AHY berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pembangunan di masing-masing daerah.
Menjelang penutupan Rakernas, para wali kota yang tergabung dalam APEKSI juga menyepakati dan menetapkan Kota Bandung sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI Tahun 2027.
Dengan berakhirnya Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026, Kota Medan tidak hanya berhasil menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi lahirnya berbagai gagasan dan solusi untuk menjawab tantangan pembangunan perkotaan di Indonesia. Hasil-hasil yang telah dirumuskan diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kota-kota yang maju, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
(Red)


