• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    Wisuda Bible Group Study di Lapas Kelas I Medan, Perkuat Iman dan Karakter Warga Binaan

    Redaktur
    Kamis, 02 Juli 2026, 23:30 WIB Last Updated 2026-07-03T06:32:03Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Wisuda Bible Group Study di Lapas Kelas I Medan, Perkuat Iman dan Karakter Warga Binaan

    MEDAN – lensa Nusantara biz id Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam membina dan membentuk kepribadian warga binaan melalui kegiatan pembinaan kerohanian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Wisuda Bible Group Study yang dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Pelita Kasih Harapan Baru di Gereja Oikumene St. Paulus Lapas Kelas I Medan, Jumat (3/7/2026).

    Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen yang telah menyelesaikan program pembelajaran dan pendalaman Alkitab melalui Bible Group Study. Program ini menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian yang bertujuan memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.

    Acara dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) beserta jajaran, perwakilan Yayasan Pelita Kasih Harapan Baru, para pembimbing rohani, serta warga binaan peserta wisuda. Kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang diisi dengan puji-pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan oleh Pendeta Apollo Telaumbanua.

    Dalam khotbahnya, Pendeta Apollo Telaumbanua mengajak para peserta untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai keimanan dan menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup dalam menjalani proses perubahan diri. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik melalui pertobatan dan kesungguhan hati.

    Ketua Yayasan Pelita Kasih Harapan Baru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Lapas Kelas I Medan yang secara konsisten memberikan ruang bagi pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi warga binaan. Menurutnya, kegiatan Bible Group Study merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter yang positif sehingga warga binaan memiliki bekal spiritual yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.

    Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian, khususnya melalui kegiatan keagamaan, merupakan salah satu program prioritas pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang sadar akan kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga mengalami perubahan sikap dan perilaku yang positif. 

    Pembinaan kerohanian menjadi bekal penting dalam membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan mereka untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
    Sebagai puncak acara, dilakukan prosesi wisuda dan penyerahan sertifikat kepada para peserta Bible Group Study. Sertifikat tersebut menjadi simbol keberhasilan warga binaan dalam menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan pendalaman iman yang telah mereka ikuti dengan tekun dan penuh komitmen.

    Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai prosesi wisuda. Para peserta mengungkapkan terima kasih kepada Lapas Kelas I Medan dan Yayasan Pelita Kasih Harapan Baru yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pembinaan rohani selama menjalani masa pembinaan.

    Mereka mengaku kegiatan tersebut telah memberikan banyak pelajaran berharga, memperkuat iman, menumbuhkan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, serta memberikan harapan baru dalam menata kehidupan di masa depan.

    Melalui kegiatan Wisuda Bible Group Study ini, Lapas Kelas I Medan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan dan kemandirian, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan warga binaan mampu menjalani proses pemasyarakatan secara optimal dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini