• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    14 Peserta Magang Kemnaker Terima Pembekalan di Lapas Perempuan Medan, Ditekankan Pentingnya Nilai Kemanusiaan

    Redaktur
    Senin, 10 Agustus 2026, 23:49 WIB Last Updated 2026-08-11T06:53:50Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    14 Peserta Magang Kemnaker Terima Pembekalan di Lapas Perempuan Medan, Ditekankan Pentingnya Nilai Kemanusiaan

    MEDAN – Lensa Nusantara biz id Sebanyak 14 peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menerima pengarahan dan pembekalan awal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan, Senin (10/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Perempuan Medan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja Pemasyarakatan sekaligus memahami tugas dan tanggung jawab yang mengedepankan kedisiplinan, ketangguhan mental, integritas, serta nilai-nilai kemanusiaan.

    Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, dalam arahannya menekankan bahwa lingkungan Pemasyarakatan merupakan ruang pembelajaran yang membutuhkan kemampuan beradaptasi, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar.

    Menurutnya, tugas Pemasyarakatan tidak semata-mata berkaitan dengan pengamanan, tetapi juga mencakup proses pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), baik dalam aspek kepribadian maupun kemandirian.

    “Pemasyarakatan bukan hanya mengamankan, tetapi juga membina. Pembinaan dimulai dari kepribadian hingga kemandirian agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik. Kalian sebagai peserta magang harus tetap waspada, adaptif, dan mau terus belajar,” tegas Yekti.

    Pesan mengenai pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan turut disampaikan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Sepriana Putri.
    Ia mengingatkan para peserta magang agar memahami bahwa seluruh proses Pemasyarakatan pada dasarnya berorientasi pada upaya memperbaiki dan mempersiapkan Warga Binaan agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

    “Tugas Pemasyarakatan adalah memperbaiki, bukan memperburuk. Kita membina agar mereka kembali menjadi bagian masyarakat dengan lebih baik,” jelas Sepriana.

    Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha, I Gusti Joanna, memberikan motivasi kepada para peserta agar menjadikan kegiatan magang sebagai kesempatan untuk menambah pengalaman dan memperluas wawasan.

    Ia mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dalam proses pembelajaran, termasuk ketika peserta telah memiliki pengetahuan maupun pengalaman sebelumnya.

    “Jadilah versi terbaik dari diri kalian. Di manapun kalian ditempatkan, jadilah gelas kosong yang siap menerima ilmu baru. Kerendahan hati itu penting, meskipun kalian sudah memiliki banyak pengetahuan,” ujarnya.

    Arahan tersebut disambut antusias oleh para peserta. Mereka diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami secara langsung nilai, prinsip, serta dinamika pelaksanaan tugas di lingkungan Pemasyarakatan.

    Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama 14 peserta magang Kemnaker dengan jajaran pejabat Lapas Perempuan Medan. Momen tersebut menjadi simbol awal terbangunnya sinergi dan kebersamaan dalam pelaksanaan program magang.

    Melalui pembekalan tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan berharap para peserta mampu menjalani masa magang dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan integritas, sekaligus memahami bahwa Pemasyarakatan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial Warga Binaan.

    Dengan pengalaman yang diperoleh selama berada di lingkungan Lapas, para peserta diharapkan dapat membawa wawasan baru mengenai pentingnya pelayanan Pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada perubahan positif bagi Warga Binaan.(Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini