• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    AMPHIBI Gandeng Pelaku Usaha Salurkan 400 Paket TJSL Ramadhan untuk Pemulung dan Kaum Dhuafa

    Redaktur
    Minggu, 15 Maret 2026, 18:56 WIB Last Updated 2026-03-16T02:03:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    AMPHIBI Gandeng Pelaku Usaha Salurkan 400 Paket TJSL Ramadhan untuk Pemulung dan Kaum Dhuafa

    Bekasi,  lensa Nusantara biz id AwanPers.com | Minggu, 15 Maret 2026 – Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (AMPHIBI) melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan merangkul sejumlah pelaku usaha untuk berbagi kepada masyarakat pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, khususnya kepada kaum dhuafa dan para pemulung.

    Program TJSL ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi dari berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur tentang tanggung jawab sosial perusahaan. Di antaranya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang TJSL Perseroan Terbatas, serta sejumlah regulasi lainnya yang mengatur pelaksanaan tanggung jawab sosial oleh dunia usaha.

    Pada Ramadhan tahun ini, AMPHIBI menggandeng sejumlah perusahaan untuk menyalurkan bantuan. Di wilayah Sumatera Utara, AMPHIBI bekerja sama dengan PT Musim Mas yang menyalurkan produk minyak goreng M&M, serta paket sembako dari PT Arum, PT AJLM dan PT Hazmad Tecno Indonesia.

    Sementara di Bekasi, Jawa Barat, AMPHIBI berkolaborasi dengan PT Miekie Oleo Nabati Industri, PT Multi Sari Sedap, dan PT KMA. Selain itu, AMPHIBI juga menggandeng Ketua Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Utara, David Tan Sulaiman, yang turut menyediakan bantuan beras kemasan 5 kilogram.

    Ketua Umum AMPHIBI, Agus Salim Tanjung (AST), mengatakan sebanyak 400 paket bingkisan berhasil didistribusikan secara serentak di berbagai lokasi. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng, kecap, saus, sirup, serta minuman lemon tea.

    Bantuan tersebut disalurkan kepada para pemulung di TPA Bantar Gebang dan TPA Sumur Batu Kota Bekasi, pemulung di TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi, lansia korban terdampak banjir Ciliwung di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kaum dhuafa di Tambun Bekasi, serta di Posko Mudik Kalimalang Kabupaten Bekasi.

    Sementara di Sumatera Utara, AMPHIBI menyalurkan bantuan TJSL Ramadhan kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPSL) Sei Rotan dan TPS liar di Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan. Bantuan juga diberikan kepada ratusan kaum dhuafa dan anggota AMPHIBI di Kantor Wilayah AMPHIBI Sumatera Utara di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

    AST menjelaskan bahwa kegiatan sosial bertajuk “Amphibi Peduli TJSL Ramadhan” ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan yang lebih luas di tengah masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen AMPHIBI dalam menggabungkan aksi sosial dengan upaya perbaikan lingkungan hidup,” ujar AST.

    Apresiasi atas kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Ketua Komunitas Pemulung Bantargebang Sejahtera (KPBS), Narpan Apong. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada AMPHIBI atas kepeduliannya terhadap para pemulung di sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumur Batu, Kota Bekasi.

    “Semoga ke depan AMPHIBI semakin sering hadir dan terus peduli kepada para pemulung yang setiap hari berjuang mengurangi sampah,” ujar pria yang akrab disapa Apong tersebut.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komunitas Pemulung dan Pelapak Pilah Burangkeng (KP3B), Narta Nurhata. Ia mengapresiasi langkah nyata AMPHIBI yang telah berbagi sembako kepada para pemulung di sekitar TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi.

    “Terima kasih kepada AMPHIBI. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama bagi kawan-kawan yang menggantungkan hidup dari sampah,” ungkap pria yang akrab disapa Konang.(Amphibi/Ros,007)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini