• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    Laka Lantas Tunggal di Jalinsum Subulussalam–Sidikalang, Mobil Diduga Terjun ke Sungai Lae Kombih, Dua Korban Masih Dalam Pencarian

    Redaktur
    Rabu, 01 April 2026, 17:45 WIB Last Updated 2026-04-02T00:45:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Laka Lantas Tunggal di Jalinsum Subulussalam–Sidikalang, Mobil Diduga Terjun ke Sungai Lae Kombih, Dua Korban Masih Dalam Pencarian

    Pakpak Bharat — Lensa Nusantara biz id Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Subulussalam–Sidikalang, tepatnya di Dusun Buludidi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Senin malam (30/03/2026).

    Peristiwa tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Kijang Innova yang dikendarai oleh Rudi Simanjuntak (38), bersama istrinya Risma Tumangger (38), yang keduanya merupakan warga Desa Tanjung Mulia.

    Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat menghubungi anaknya, Yogi Simanjuntak, untuk meminta dibukakan pintu rumah karena mereka dalam perjalanan pulang.

    “Namun hingga ditunggu, korban tidak kunjung tiba di rumah. Saat dihubungi kembali, ponsel korban masih aktif tetapi tidak ada jawaban,” ujar AKP Amron.
    Keesokan harinya, Selasa (31/03/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Sekretaris Desa Tanjung Mulia. Bersama warga, dilakukan upaya pencarian dengan menyisir sepanjang jalur yang dilalui korban.

    Di lokasi kejadian, tepatnya di sekitar bantaran Sungai Lae Kombih, ditemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, seperti pelat mobil, beras, pecahan kaca spion, serta telepon genggam milik korban. Selain itu, ditemukan pula bekas jejak ban kendaraan yang diduga terperosok keluar badan jalan dan mengarah ke jurang menuju sungai.

    Mendapatkan laporan tersebut, Kapolres Pakpak Bharat bersama jajaran langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan Basarnas Provinsi, TNI, BPBD, serta masyarakat setempat untuk melakukan pencarian.

    Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar tempat kejadian perkara (TKP), termasuk bantaran Sungai Lae Kombih. Tim juga menggunakan drone milik Polres Pakpak Bharat serta memasang jaring di aliran sungai guna membantu proses pencarian. Namun hingga saat ini, kedua korban masih belum ditemukan.

    AKP Amron Simanullang menambahkan bahwa lokasi kejadian memang dikenal rawan kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang sempit, licin saat hujan, serta kedalaman beram jalan menjadi faktor utama yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

    “Ditambah saat ini arus sungai cukup deras, sehingga menyulitkan proses pencarian. Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar selalu berhati-hati dan waspada saat melintas di jalur tersebut,” ujarnya.

    Pihak kepolisian juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera melapor melalui layanan Call Center 110 Polres Pakpak Bharat.

    Hingga saat ini, personel masih bersiaga di lokasi kejadian dan pencarian terhadap kedua korban akan terus dilanjutkan.
    (Ros,007)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +