masukkan script iklan disini
Warga Sukaramai Ditemukan Meninggal di Rumah, Polres Pakpak Bharat Lakukan Evakuasi dan Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Salak —lensa Nusantara biz id Personel Polres Pakpak Bharat melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim), Samapta, serta Polsek Sukaramai melakukan evakuasi terhadap seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri, Selasa siang (31/03/2026), di Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat.
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H melalui Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H menjelaskan bahwa penemuan tersebut bermula dari laporan masyarakat. Seorang perangkat Desa Kuta Saga mendatangi Polsek Sukaramai dan menyampaikan bahwa salah satu warga, Rosmala br Nababan (58), seorang pensiunan ASN, ditemukan telah meninggal dunia di kediamannya.
“Mendapatkan informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Sukaramai langsung berkoordinasi dengan personel Samapta serta Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Pakpak Bharat untuk melakukan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian,” jelas AKP Amron.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut dan memiliki riwayat penyakit gula (diabetes) serta hipertensi.
Anak korban, Choy Simamora, mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari seorang warga, dr. Senata Habehaen, yang curiga karena rumah korban dalam keadaan terbuka dan sudah beberapa waktu tidak terlihat beraktivitas.
Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah, tercium aroma tidak sedap yang cukup menyengat. Setelah diperiksa, korban ditemukan dalam kondisi terbaring di atas tempat tidur dan diduga telah meninggal dunia.
Selanjutnya, tim gabungan dari Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Pakpak Bharat, Samapta, serta Unit Reskrim Polsek Sukaramai melakukan proses evakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Salak untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Erwin Sembiring, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara penyebab meninggal dunia adalah karena komplikasi penyakit yang diderita, yakni diabetes dan hipertensi.
“Atas hasil tersebut, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” tambah AKP Amron.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman.
Polres Pakpak Bharat mengimbau kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap warga yang tinggal sendiri, guna mencegah kejadian serupa tidak terlambat diketahui.
(Ros,007)


