• Jelajahi

    Copyright © LENSA NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    adv

    Ads

    Iklan

    Lapas Kelas I Medan Dukung Riset Doktoral tentang Alopesia, Dr. Monalisa Manik Apresiasi Kontribusi 50 Warga Binaan

    Redaktur
    Selasa, 23 Juni 2026, 01:25 WIB Last Updated 2026-06-23T08:26:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Lapas Kelas I Medan Dukung Riset Doktoral tentang Alopesia, Dr. Monalisa Manik Apresiasi Kontribusi 50 Warga Binaan

    MEDAN –lensa Nusantara biz id Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian akademik. Hal tersebut dibuktikan dengan suksesnya pelaksanaan penelitian doktoral yang melibatkan 50 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai partisipan penelitian ilmiah di lingkungan Lapas Kelas I Medan.

    Kegiatan tersebut ditandai dengan agenda penutupan penelitian sekaligus penyampaian apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para warga binaan yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung penyusunan disertasi oleh dr. Monalisa Manik, M.Ked (DV), Sp.DVE, Sabtu (23/06/2026).

    Penelitian tingkat doktoral tersebut mengangkat judul: "Pengaruh Serum Nanotransfersom Ekstrak Biji Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.)) terhadap Pertumbuhan Rambut pada Alopesia Androgenetik Pria: Kajian pada Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), Insulin-Like Growth Factor-1 (IGF-1), dan Dihidrotestosteron (DHT)."
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas serum nanotransfersom ekstrak biji kecipir dalam merangsang pertumbuhan rambut pada pria yang mengalami alopesia androgenetik atau kebotakan pola pria.

     Kajian tersebut dilakukan melalui pengamatan sejumlah indikator biologis penting yang berkaitan dengan pertumbuhan rambut dan kesehatan folikel rambut.

    Dalam sambutannya, dr. Monalisa Manik selaku peneliti utama menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian penelitian yang telah berlangsung selama beberapa waktu di Lapas Kelas I Medan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Lapas serta seluruh warga binaan yang telah berpartisipasi dan mendukung proses penelitian hingga selesai.

    “Keberhasilan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan penuh pihak Lapas Kelas I Medan dan partisipasi aktif para warga binaan. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama yang telah terjalin dengan sangat baik selama pelaksanaan penelitian,” ujar dr. Monalisa.

    Menurutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu kedokteran, khususnya dalam bidang dermatologi dan venereologi, serta membuka peluang pemanfaatan bahan alam lokal sebagai alternatif terapi yang inovatif dan efektif.
    Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Lapas Kelas I Medan sebagai lokasi penelitian akademik yang memiliki nilai ilmiah tinggi. Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang memberikan manfaat positif bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

    “Kami sangat mendukung program kerja sama akademis seperti ini. Keterlibatan para warga binaan dalam riset medis tidak hanya membantu perkembangan ilmu pengetahuan di bidang dermatologi, tetapi juga memberikan pengalaman, edukasi kesehatan, dan wawasan baru bagi mereka,” ujar Fonika Affandi.

    Lebih lanjut, Kalapas menilai bahwa kegiatan penelitian tersebut sejalan dengan program pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan pemasyarakatan. Selain berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan warga binaan melalui keterlibatan dalam aktivitas yang produktif, edukatif, dan bermanfaat.

    Fonika berharap kolaborasi antara institusi pemasyarakatan dengan kalangan akademisi dan peneliti dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
    Acara penutupan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh apresiasi. Para peserta penelitian menerima ucapan terima kasih atas kontribusi mereka dalam mendukung suksesnya penelitian tersebut.

     Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Lapas Kelas I Medan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

    Dengan berakhirnya penelitian ini, diharapkan hasil yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi dunia akademik, dunia kesehatan, serta menjadi referensi bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan terapi alopesia berbasis bahan alam yang aman, efektif, dan inovatif.(Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini